Gambar model

Koleksi Terbitan

BUKU AJAR ILMU KEDOKTERAN DASAR
BUKU AJAR ILMU KEDOKTERAN DASAR
Baca Sinopsis Segera Tersedia
BUKU AJAR ODONTOLOGI FORENSIK Teori dan Aplikasi Mahasiswa Klinik
BUKU AJAR ODONTOLOGI FORENSIK Teori dan Aplikasi Mahasiswa Klinik
Baca Sinopsis Segera Tersedia
BUKU REFERENSI DOKING MOLEKUL TUNGGAL DAN BANYAK SENYAWA DENGAN AUTODOCK, VINA, DAN PYRX Digunakan untuk Mahasiswa dan Umum
BUKU REFERENSI DOKING MOLEKUL TUNGGAL DAN BANYAK SENYAWA DENGAN AUTODOCK, VINA, DAN PYRX Digunakan untuk Mahasiswa dan Umum
Baca Sinopsis Segera Tersedia
 Buku Ajar Konsep Dasar Biostatistika untuk Mahasiswa dan Peneliti Pemula
Buku Ajar Konsep Dasar Biostatistika untuk Mahasiswa dan Peneliti Pemula
Baca Sinopsis Segera Tersedia
Frugal Living Mahasiswa Perantau: Strategi Bertahan Hidup dan Menggapai Kesejahteraan Finansial di Perantauan ditinjau dari persepktif psikologi sosial
Frugal Living Mahasiswa Perantau: Strategi Bertahan Hidup dan Menggapai Kesejahteraan Finansial di Perantauan ditinjau dari persepktif psikologi sosial
Baca Sinopsis Segera Tersedia
Buku Referensi Terapi Komplementer pada Diabetes Melitus
Buku Referensi Terapi Komplementer pada Diabetes Melitus
Baca Sinopsis Segera Tersedia

Info IIK+ BW

Sarjana Menganggur Tembus 1 Juta, Mengapa Kuliah di Bidang Kesehatan Bisa Jadi Pilihan Strategis?
Berdasarkan data Badan Pusat Statistika (BPS) 2026 yang dilansir oleh media Kompas, jumlah sarjana menganggur di Indonesia menembus lebih dari 1 juta orang. Di tengah tantangan tersebut, memilih bidang studi yang memiliki keterkaitan erat dengan kebutuhan masyarakat menjadi salah satu pertimbangan penting sebelum masuk perguruan tinggi. Bidang kesehatan menjadi salah satu pilihan yang patut dipertimbangkan.Memiliki gelar sarjana tidak selalu menjadi jaminan seseorang langsung mendapatkan pekerjaan. Hal tersebut tercermin dari data terbaru ketenagakerjaan Indonesia. Berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Mei 2026, jumlah pengangguran yang memiliki latar belakang pendidikan sarjana terapan, S1, S2, hingga S3 mencapai 1.033.182 orang. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 14,31 persen dari total 7,22 juta pengangguran di Indonesia.Angka tersebut menjadi pengingat bahwa memilih perguruan tinggi dan program studi tidak cukup hanya berdasarkan tren atau sekadar mengejar gelar. Relevansi kompetensi dengan kebutuhan dunia kerja juga perlu menjadi pertimbangan.Mengapa Memilih Bidang Kesehatan Bisa Menjadi Pertimbangan Strategis?Salah satu bidang yang dapat dipertimbangkan adalah kesehatan.Kesehatan merupakan kebutuhan yang terus ada di tengah masyarakat. Rumah sakit, puskesmas, klinik, laboratorium, industri farmasi, fasilitas pelayanan kesehatan, hingga berbagai institusi yang bergerak dalam bidang kesehatan membutuhkan tenaga dengan kompetensi spesifik. Artinya, pendidikan kesehatan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada penguasaan kompetensi profesional yang dapat diterapkan dalam dunia kerja.Namun, penting untuk digarisbawahi: memilih bidang kesehatan bukan berarti otomatis menjamin seseorang mendapatkan pekerjaan. Prospek lulusan tetap dipengaruhi oleh kompetensi, kualitas pendidikan, pengalaman praktik, kebutuhan tenaga kerja, serta kemampuan individu dalam beradaptasi dengan perkembangan industri.Karena itu, memilih kampus kesehatan yang tepat menjadi bagian penting dari strategi pendidikan.Bukan Sekadar Kuliah, tetapi Mempersiapkan KompetensiTantangan pengangguran sarjana juga menunjukkan bahwa perguruan tinggi perlu semakin dekat dengan kebutuhan dunia profesional.Mahasiswa membutuhkan lebih dari sekadar teori. Mereka perlu mendapatkan pengalaman praktik, pembelajaran yang relevan, dosen yang kompeten, fasilitas yang mendukung, serta lingkungan akademik yang mendorong mereka memahami persoalan nyata di bidangnya.Di bidang kesehatan, hal tersebut sangat penting karena  karena sebagian besar profesi kesehatan memiliki karakter pekerjaan yang sangat aplikatif.Mahasiswa perlu terbiasa menghadapi situasi nyata, menggunakan peralatan, memahami prosedur, berkomunikasi dengan pasien maupun tenaga kesehatan lain, serta mengambil keputusan berdasarkan kompetensi yang dimiliki.Dengan demikian, pemilihan program studi sebaiknya tidak berhenti pada pertanyaan “gelarnya apa?”, tetapi juga “kompetensi apa yang akan saya miliki setelah lulus?”IIK Bhakta, Kampus Terkreditasi Unggul  yang Fokus pada Pendidikan KesehatanSebagai perguruan tinggi yang fokus pada pendidikan kesehatan, IIK Bhakta memiliki beragam pilihan program pendidikan di bidang kesehatan. Mulai dari Farmasi, Gizi, Keperawatan, Kesehatan Masyarakat, Kebidanan, Teknologi Laboratorium Medis, Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, hingga Kedokteran dan berbagai pendidikan profesi kesehatan.Fokus tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menempuh pendidikan yang secara spesifik diarahkan pada kebutuhan bidang kesehatan.Tidak hanya itu, IIK Bhakta saat ini menyandang status terakreditasi Unggul. Status tersebut menjadi salah satu indikator bahwa perguruan tinggi telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan dalam sistem akreditasi pendidikan tinggi.99 Persen Lulusan Diterima Kerja dalam Waktu 6 BulanSalah satu data yang dapat menjadi pertimbangan calon mahasiswa adalah rekam jejak kelulusan. Sebanyak 99 persen lulusan IIK Bhakta diterima kerja sebelum hingga 6 bulan setelah lulus.Angka tersebut tentu bukan berarti setiap mahasiswa otomatis mendapatkan pekerjaan setelah lulus. Namun, data tracer study dapat menjadi gambaran mengenai outcome lulusan dan relevansi pendidikan yang ditempuh dengan dunia kerja.Pada beberapa program pendidikan, IIK Bhakta juga menekankan pembelajaran yang aplikatif dan pengalaman praktik. Misalnya, Pendidikan Profesi Apoteker mencantumkan komposisi pembelajaran 60 persen praktik dan 40 persen teori, sementara Pendidikan Profesi Dokter memberikan pengalaman klinis di rumah sakit mitra, puskesmas, dan klinik.Pendekatan seperti ini penting karena dunia kerja membutuhkan lulusan yang bukan hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkan ilmu secara profesional.Jangan Hanya Memilih Jurusan, Pilih Masa Depan yang Ingin DibangunFenomena lebih dari satu juta sarjana menganggur memberikan satu pelajaran penting bagi calon mahasiswa: kuliah perlu dipandang sebagai investasi kompetensi, bukan sekadar investasi gelar. Sebelum memilih program studi, calon mahasiswa dapat mempertimbangkan beberapa hal:Seberapa relevan bidang tersebut dengan kebutuhan masyarakat?Kompetensi apa yang akan diperoleh selama kuliah?Seberapa banyak pengalaman praktik yang diberikan?Bagaimana kualitas dan akreditasi perguruan tingginya?Bagaimana rekam jejak lulusannya setelah menyelesaikan pendidikan?Apakah kampus memiliki fasilitas yang mendukung pembelajaran sesuai bidangnya?Bagi calon mahasiswa yang memiliki minat di bidang kesehatan, pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat menjadi dasar untuk menentukan kampus dan program studi yang tepat.Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin dinamis, memilih bidang pendidikan yang memiliki keterkaitan dengan kebutuhan nyata masyarakat dapat menjadi langkah strategis. Kesehatan adalah salah satu bidang yang memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat, sehingga membutuhkan tenaga profesional yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi perkembangan zaman.Kamu pun bisa berkarier menjadi tenaga kesehatan profesional dari kuliah di IIK Bhakta. Saat ini masih dibuka pendaftaran Jalur Reguler 3 sesi 5 hingga 05 September 2026. Kamu bisa mendaftar secara online melalui website www.pmb.iik.ac.id atau datang langsung ke Kantor Pendaftaran, yang berlokasi di Jalan Wachid Hasyim No.65, Kediri. Jadi tunggu apa lagi? Daftar sekarang juga!
Sarjana Menganggur Tembus 1 Juta, Mengapa Kuliah di Bidang Kesehatan Bisa Jadi Pilihan Strategis?
Berdasarkan data Badan Pusat Statistika (BPS) 2026 yang dilansir oleh media Kompas, jumlah sarjana menganggur di Indonesia menembus lebih dari 1 juta orang. Di tengah tantangan tersebut, memilih bidang studi yang memiliki keterkaitan erat dengan kebutuhan masyarakat menjadi salah satu pertimbangan penting sebelum masuk perguruan tinggi. Bidang kesehatan menjadi salah satu pilihan yang patut dipertimbangkan.Memiliki gelar sarjana tidak selalu menjadi jaminan seseorang langsung mendapatkan pekerjaan. Hal tersebut tercermin dari data terbaru ketenagakerjaan Indonesia. Berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Mei 2026, jumlah pengangguran yang memiliki latar belakang pendidikan sarjana terapan, S1, S2, hingga S3 mencapai 1.033.182 orang. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 14,31 persen dari total 7,22 juta pengangguran di Indonesia.Angka tersebut menjadi pengingat bahwa memilih perguruan tinggi dan program studi tidak cukup hanya berdasarkan tren atau sekadar mengejar gelar. Relevansi kompetensi dengan kebutuhan dunia kerja juga perlu menjadi pertimbangan.Mengapa Memilih Bidang Kesehatan Bisa Menjadi Pertimbangan Strategis?Salah satu bidang yang dapat dipertimbangkan adalah kesehatan.Kesehatan merupakan kebutuhan yang terus ada di tengah masyarakat. Rumah sakit, puskesmas, klinik, laboratorium, industri farmasi, fasilitas pelayanan kesehatan, hingga berbagai institusi yang bergerak dalam bidang kesehatan membutuhkan tenaga dengan kompetensi spesifik. Artinya, pendidikan kesehatan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada penguasaan kompetensi profesional yang dapat diterapkan dalam dunia kerja.Namun, penting untuk digarisbawahi: memilih bidang kesehatan bukan berarti otomatis menjamin seseorang mendapatkan pekerjaan. Prospek lulusan tetap dipengaruhi oleh kompetensi, kualitas pendidikan, pengalaman praktik, kebutuhan tenaga kerja, serta kemampuan individu dalam beradaptasi dengan perkembangan industri.Karena itu, memilih kampus kesehatan yang tepat menjadi bagian penting dari strategi pendidikan.Bukan Sekadar Kuliah, tetapi Mempersiapkan KompetensiTantangan pengangguran sarjana juga menunjukkan bahwa perguruan tinggi perlu semakin dekat dengan kebutuhan dunia profesional.Mahasiswa membutuhkan lebih dari sekadar teori. Mereka perlu mendapatkan pengalaman praktik, pembelajaran yang relevan, dosen yang kompeten, fasilitas yang mendukung, serta lingkungan akademik yang mendorong mereka memahami persoalan nyata di bidangnya.Di bidang kesehatan, hal tersebut sangat penting karena  karena sebagian besar profesi kesehatan memiliki karakter pekerjaan yang sangat aplikatif.Mahasiswa perlu terbiasa menghadapi situasi nyata, menggunakan peralatan, memahami prosedur, berkomunikasi dengan pasien maupun tenaga kesehatan lain, serta mengambil keputusan berdasarkan kompetensi yang dimiliki.Dengan demikian, pemilihan program studi sebaiknya tidak berhenti pada pertanyaan “gelarnya apa?”, tetapi juga “kompetensi apa yang akan saya miliki setelah lulus?”IIK Bhakta, Kampus Terkreditasi Unggul  yang Fokus pada Pendidikan KesehatanSebagai perguruan tinggi yang fokus pada pendidikan kesehatan, IIK Bhakta memiliki beragam pilihan program pendidikan di bidang kesehatan. Mulai dari Farmasi, Gizi, Keperawatan, Kesehatan Masyarakat, Kebidanan, Teknologi Laboratorium Medis, Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, hingga Kedokteran dan berbagai pendidikan profesi kesehatan.Fokus tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menempuh pendidikan yang secara spesifik diarahkan pada kebutuhan bidang kesehatan.Tidak hanya itu, IIK Bhakta saat ini menyandang status terakreditasi Unggul. Status tersebut menjadi salah satu indikator bahwa perguruan tinggi telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan dalam sistem akreditasi pendidikan tinggi.99 Persen Lulusan Diterima Kerja dalam Waktu 6 BulanSalah satu data yang dapat menjadi pertimbangan calon mahasiswa adalah rekam jejak kelulusan. Sebanyak 99 persen lulusan IIK Bhakta diterima kerja sebelum hingga 6 bulan setelah lulus.Angka tersebut tentu bukan berarti setiap mahasiswa otomatis mendapatkan pekerjaan setelah lulus. Namun, data tracer study dapat menjadi gambaran mengenai outcome lulusan dan relevansi pendidikan yang ditempuh dengan dunia kerja.Pada beberapa program pendidikan, IIK Bhakta juga menekankan pembelajaran yang aplikatif dan pengalaman praktik. Misalnya, Pendidikan Profesi Apoteker mencantumkan komposisi pembelajaran 60 persen praktik dan 40 persen teori, sementara Pendidikan Profesi Dokter memberikan pengalaman klinis di rumah sakit mitra, puskesmas, dan klinik.Pendekatan seperti ini penting karena dunia kerja membutuhkan lulusan yang bukan hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkan ilmu secara profesional.Jangan Hanya Memilih Jurusan, Pilih Masa Depan yang Ingin DibangunFenomena lebih dari satu juta sarjana menganggur memberikan satu pelajaran penting bagi calon mahasiswa: kuliah perlu dipandang sebagai investasi kompetensi, bukan sekadar investasi gelar. Sebelum memilih program studi, calon mahasiswa dapat mempertimbangkan beberapa hal:Seberapa relevan bidang tersebut dengan kebutuhan masyarakat?Kompetensi apa yang akan diperoleh selama kuliah?Seberapa banyak pengalaman praktik yang diberikan?Bagaimana kualitas dan akreditasi perguruan tingginya?Bagaimana rekam jejak lulusannya setelah menyelesaikan pendidikan?Apakah kampus memiliki fasilitas yang mendukung pembelajaran sesuai bidangnya?Bagi calon mahasiswa yang memiliki minat di bidang kesehatan, pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat menjadi dasar untuk menentukan kampus dan program studi yang tepat.Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin dinamis, memilih bidang pendidikan yang memiliki keterkaitan dengan kebutuhan nyata masyarakat dapat menjadi langkah strategis. Kesehatan adalah salah satu bidang yang memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat, sehingga membutuhkan tenaga profesional yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi perkembangan zaman.Kamu pun bisa berkarier menjadi tenaga kesehatan profesional dari kuliah di IIK Bhakta. Saat ini masih dibuka pendaftaran Jalur Reguler 3 sesi 5 hingga 05 September 2026. Kamu bisa mendaftar secara online melalui website www.pmb.iik.ac.id atau datang langsung ke Kantor Pendaftaran, yang berlokasi di Jalan Wachid Hasyim No.65, Kediri. Jadi tunggu apa lagi? Daftar sekarang juga!
Momen Haru dan Bangga: Dokter Gigi Angkatan ke-XL IIK Bhakta Resmi Dilantik di Graha Bhakta
Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata (IIK Bhakta) kembali menggelar acara Pengambilan Sumpah Dokter Gigi Angkatan ke-XL. Acara ini digelar di Graha Bhakta, Senin (31/08/2026). Sebanyak 16 dokter gigi baru resmi disumpah dan siap mengabdikan diri kepada masyarakat.Suasana haru dan bangga menyelimuti Gedung Graha Bhakta sejak pagi hari. Para lulusan baru tampak anggun dan gagah mengenakan kebaya lengkap dengan jas putih, didampingi oleh orang tua serta wali yang turut menyaksikan momen puncak perjuangan akademik tersebut.Pengambilan sumpah dipimpin langsung oleh jajaran pimpinan fakultas kedokteran gigi serta disaksikan oleh rohaniawan dan perwakilan organisasi profesi Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Kediri dan Pengwil Jawa Timur.Dalam prosesi tersebut, para dokter gigi baru mengucapkan lafal sumpah jabatan, berjanji untuk menjunjung tinggi etika profesi kedokteran gigi, mengutamakan kepentingan pasien, serta menjaga kerahasiaan medis. Sumpah ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan ikrar moral yang mengikat hati dan pikiran setiap lulusan dalam menjalankan praktik keprofesian di masa depan.Rektor IIK Bhakta, Prof. Dr. Apt. Muhammad Zainuddin dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada ke-16 dokter gigi baru atas ketekunan dan kerja keras mereka selama menempuh pendidikan klinik maupun preklinik yang penuh tantangan.Beliau berpesan agar para lulusan tidak lekas berpuas diri, mengingat ilmu kedokteran dan teknologi kesehatan terus berkembang pesat. Adaptabilitas, integritas, serta empati tinggi terhadap pasien menjadi kunci utama untuk sukses di tengah dinamika pelayanan kesehatan modern.Kehadiran 16 dokter gigi baru ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut masyarakat, baik di tingkat regional maupun nasional. Tantangan pemerataan layanan kesehatan di berbagai daerah menjadi ladang pengabdian yang luas bagi para lulusan IIK Bhakta untuk menunjukkan kompetensi terbaik mereka.Acara kemudian ditutup dengan pemberian ucapan selamat dari para dosen, tamu undangan, dan keluarga kepada para dokter gigi baru yang diiringi sesi foto bersama. Momen ini sekaligus menjadi lembaran baru bagi ke-16 dokter gigi muda untuk melangkah ke dunia profesional dengan membawa nama baik almamater IIK Bhakta tercinta.
Kick-off AMI 2026: Pembukaan Audit Mutu Internal IIK Bhakti Wiyata Kediri
Sebagai bagian dari upaya memastikan pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) berjalan secara konsisten dan berkelanjutan, Badan Penjaminan Mutu (BPM) IIK Bhakti Wiyata Kediri menyelenggarakan Kick-off Audit Mutu Internal (AMI) Tahun 2026 pada 27 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Meeting Lantai 3 Gedung Adipadma ini menjadi penanda dimulainya rangkaian pelaksanaan AMI di lingkungan IIK Bhakti Wiyata Kediri.Kick-off AMI 2026 bertujuan untuk membuka secara resmi pelaksanaan Audit Mutu Internal pada Fakultas dan Program Studi serta Unit Penunjang, yang meliputi Lembaga, Biro Pusat, dan Pusat di lingkungan IIK Bhakti Wiyata Kediri. Kegiatan ini sekaligus menjadi forum koordinasi awal untuk menyamakan persepsi antara auditor, auditee, dan pimpinan unit terkait mekanisme serta tahapan pelaksanaan audit.Kegiatan dihadiri oleh Badan Penjaminan Mutu (BPM), Rektor IIK Bhakti Wiyata Kediri, para Dekan Fakultas, Ketua Program Studi, serta perwakilan Unit Penunjang. Kehadiran unsur pimpinan institusi dan unit kerja menunjukkan dukungan terhadap pelaksanaan AMI sebagai salah satu instrumen penting dalam memastikan keterlaksanaan standar mutu sekaligus mengidentifikasi peluang peningkatan pada masing-masing unit.Dalam pembukaan AMI 2026, BPM menyampaikan bahwa Audit Mutu Internal merupakan bagian integral dari implementasi SPMI. AMI tidak semata-mata dimaknai sebagai proses pemeriksaan atau pencarian ketidaksesuaian, tetapi sebagai mekanisme evaluasi untuk memperoleh gambaran objektif mengenai keterlaksanaan standar, mengidentifikasi kendala, serta menghasilkan rekomendasi perbaikan yang dapat ditindaklanjuti oleh masing-masing unit kerja.Agenda selanjutnya adalah pemaparan jadwal pelaksanaan AMI 2026. BPM menjelaskan tahapan dan waktu pelaksanaan audit kepada seluruh auditee agar setiap Fakultas, Program Studi, dan Unit Penunjang dapat mempersiapkan dokumen serta bukti pendukung yang diperlukan. Koordinasi jadwal menjadi salah satu aspek penting untuk memastikan seluruh rangkaian audit dapat terlaksana secara efektif, terstruktur, dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.Selain itu, peserta memperoleh penjelasan mengenai teknis penggunaan laman PANDU dalam sistem OASIS selama pelaksanaan AMI. Sosialisasi ini secara khusus diberikan kepada auditee, yaitu Fakultas, Program Studi, dan Unit Penunjang, agar memiliki pemahaman yang sama mengenai mekanisme penginputan, penyediaan bukti, serta proses pemenuhan kebutuhan data selama audit berlangsung. Pemanfaatan sistem digital diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, transparansi, dan keterlacakan proses AMI.Pelaksanaan Kick-off AMI 2026 juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara BPM dan seluruh unit kerja di lingkungan IIK Bhakti Wiyata Kediri. Sinergi antara pimpinan, auditee, dan auditor menjadi faktor penting dalam menghasilkan proses audit yang objektif dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan mutu institusi.Melalui Kick-off AMI 2026, IIK Bhakti Wiyata Kediri menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat budaya mutu melalui evaluasi yang sistematis dan berkelanjutan. Hasil AMI nantinya diharapkan dapat menjadi dasar bagi setiap unit kerja dalam menyusun tindak lanjut dan melakukan perbaikan secara berkesinambungan, sekaligus memperkuat penerapan siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP) sebagai bagian dari implementasi SPMI di lingkungan IIK Bhakti Wiyata Kediri.
Refreshment Auditor Internal AMI 2026
Dalam rangka memperkuat kesiapan pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI) Tahun 2026, Badan Penjaminan Mutu (BPM) IIK Bhakti Wiyata Kediri menyelenggarakan kegiatan Training of Trainer (ToT) Auditor Internal AMI IIK Bhakta 2026 pada 19 Agustus 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Meeting Lantai 3 Gedung Adipadma dan diikuti oleh seluruh auditor internal yang telah ditugaskan oleh Rektor.Kegiatan refreshment ini bertujuan untuk menyegarkan kembali pemahaman dan keterampilan para auditor internal sebelum melaksanakan proses audit pada unit kerja di lingkungan IIK Bhakti Wiyata Kediri. Melalui kegiatan ini, auditor diharapkan memiliki persepsi dan pemahaman yang seragam mengenai tahapan, teknik, serta mekanisme pelaksanaan audit, sehingga proses AMI dapat berjalan secara objektif, sistematis, dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.Kegiatan dihadiri oleh Badan Penjaminan Mutu (BPM) bersama seluruh auditor internal yang telah mendapatkan penugasan dari Rektor. Keterlibatan para auditor dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan sumber daya manusia yang bertugas melaksanakan AMI sekaligus mendukung penguatan budaya mutu di lingkungan IIK Bhakti Wiyata Kediri.Dalam sesi pembahasan, peserta mendapatkan penyegaran kembali mengenai teknik pelaksanaan audit, mulai dari persiapan audit, pengumpulan dan verifikasi bukti, proses wawancara dan klarifikasi, identifikasi ketidaksesuaian maupun peluang peningkatan, hingga penyusunan hasil audit. Recall terhadap teknik audit ini diharapkan dapat menyamakan persepsi antar-auditor serta memastikan proses audit dilakukan berdasarkan bukti yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.Selain penyegaran teknik audit, BPM juga memaparkan jadwal pelaksanaan AMI Tahun 2026, termasuk tahapan dan agenda yang perlu diperhatikan oleh auditor dalam menjalankan tugasnya. Penyampaian jadwal tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh rangkaian audit dapat dilaksanakan secara terkoordinasi dan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.Pembahasan juga mencakup teknis penggunaan laman PANDU dalam sistem OASIS yang akan digunakan dalam pelaksanaan AMI. Para auditor memperoleh penjelasan mengenai mekanisme penggunaan sistem dalam mendukung proses audit, mulai dari pengelolaan data dan bukti audit hingga pencatatan hasil temuan. Pemanfaatan sistem digital ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas, efisiensi, transparansi, dan keterlacakan proses audit.Melalui kegiatan Refreshment Auditor Internal AMI 2026 ini, BPM IIK Bhakti Wiyata Kediri menegaskan komitmennya untuk memastikan pelaksanaan AMI tidak hanya berjalan sebagai kegiatan evaluasi rutin, tetapi menjadi instrumen strategis dalam peningkatan mutu institusi. Auditor internal diharapkan mampu menjalankan tugas secara independen, objektif, profesional, dan berbasis bukti, sehingga hasil AMI dapat memberikan informasi yang valid bagi unit kerja dalam melakukan tindak lanjut dan perbaikan berkelanjutan.Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan implementasi siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP) dalam Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) IIK Bhakti Wiyata Kediri. Dengan kesiapan auditor dan dukungan sistem digital yang terintegrasi, pelaksanaan AMI Tahun 2026 diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi yang tepat sasaran serta mendorong peningkatan mutu di seluruh unit kerja secara berkelanjutan.

Profile

IIK+ BW Press berdiri sejak Tahun 2020 berdasarkan Surat Keputusan Rektor IIK Bhakti Wiyata Kediri Nomor 03/R/KP.1.5/X/2020. Berdirinya IIK+ BW Press bertujuan untuk menjadi wadah inovasi, khususnya civitas akademika IIK Bhakti Wiyata Kediri dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Selain itu IIK+ BW Press telah menjadi salah satu unit usaha milik Institut yang menjalankan kegitan komersil.

IIK+ BW Press secara struktur organisasi berada dibawah kepengurusan Direktur Sumber daya dibantu oleh Deputi Perencanaan Kinerja dan Revenue Generating. Salah Program kerja IIK+ BW Press adalah memberikan fasilitas terutama dalam penerbitan buku ajar, buku monograf, buku referensi gunu menunjang kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi. IIK+ BW Press telah bergabung dengan IKAPI (IKATAN PENERBIT INDONESIA) sejak tahun 1 April 2021 berdasarkan tanda Keangotaan Nomor 285/Angoota Luar Biasa/JTI/2021.

Press Shop

Untuk order buku, Anda dapat mengunjungi akun shopee kami berikut

Biodata Penulis

Fery Eko Pujiono, S.Si, M.Si

Merilis Buku Penelitian

Tri Ana Mulyati, M.Si

Merilis Buku Penelitian